Total Pageviews

Tuesday, October 18, 2011

Becoming a Knowledge Worker (Day One - Part III)

Anda mungkin akrab dengan logo di samping kiri. Ya, itu adalah logo untuk salah satu acara terpopuler di Inggris dan Irlandia. Britain's Got Talent. Acara serupa juga dilakukan di Amerika dengan nama Amerikan Idol. Dan Indonesia Mencari Bakat diadakan di Indonesia. Kebanyakan peserta acara ini adalah orang-orang yang 'merasa' memiliki bakat. Dan bakat lebih banyak diartikan sebagai kemampuan bernyanyi. Buktinya adalah kebanyakan peserta lebih menunjukkan bakat bernyanyi mereka daripada bakat-bakat mereka lainnya. 
   Sejak penayangan acara ini pada 2007, dunia dapat berkenalan dengan talenta-talenta yang sebelumnya tidak diketahui kebanyakan orang. Dari sekian banyak talenta tersebut, Susan Boyle menarik perhatian saya dalam konteks knowledge worker. Lho!  

Definisi Talent
    Saya menerjemahkan talent sebagai kapasitas untuk mencapai kesuksesan. Dalam konteks organisasi, talent memegang peranan terpenting untuk mencapai tujuan organisasi/perusahaan. Untuk itu organisasi perlu mengidentifikasi talent-talent yang ada. Dan bahwa talent itu tidak dibatasi usia atau posisi/jabatan. Layaknya acara Britain's Got Talent yang berhasil mendapatkan Susan Boyle (talent) yang berusia 47 tahun saat mengikuti tahap seleksi. 

Talent list
    Pada sesi lanjutan (silahkan baca tulisan saya sebelumnya: klik di sini) dari seminar Becoming a Knowledge Worker, peserta menuliskan pada lembar yang tersedia daftar talent yang mereka miliki di tempat kerja. Panjang daftar dibatasi hanya lima talent. Ini hanya sebagai latihan. Lembar kerja ini saya beri nama Individual Seatwork.  
Pada lembar ini, peserta juga menuliskan proyek mana saja yang melibatkan talent mereka. Misal, salah seorang peserta menuliskan "mengarsipkan dokumen" dalam daftar talentnya. Untuk talent ini, dia menuliskan Annual Documentation untuk proyek yang terkait dengan talent tersebut. 

     Tahap selanjutnya adalah masing-masing peserta mempresentasikan dalam kelompoknya satu buah proyek, termasuk talent yang digunakannya. Selama presentasi, peserta lain bisa mendapatkan pembelajaran tentang keberhasilan presenter dalam proyek tersebut. Di lain pihak, atas masukan dari peserta dalam kelompoknya, presenter juga bisa menemukan talent lain yang dimilikinya untuk proyek tersebut. 
     Pesan yang ingin disampaikan dari aktivitas ini adalah sebagai berikut:
  1. Organisasi/perusahaan membutuhkan talent yang tepat untuk pekerjaan yang tepat.
  2. Peserta mampu mengidentifikasi talent mereka untuk suatu pekerjaan.
  3. Validasi talent dalam bentuk presentasi menjadi prilaku setiap knowledge worker untuk memetakan pengetahuan yang ada. 
Aktivitas mengidentifikasi talent dan validasinya, seperti yang dijelaskan di atas seharusnya menjadi prilaku seorang knowledge worker ketika memulai suatu proyek atau sekedar mengebangkan talentnya. Dengan demikian, organisasi benar-benar mendapatkan talent yang tepat. 
Talent apa yang anda miliki di tempat kerja?         

No comments:

Post a Comment