Salah satu upaya perusahaan untuk mengembangkan atau meningkatkan pengetahuan karyawannya adalah mengikutkan karyawannya dalam training, seminar atau lokakarya. Training yang memakan waktu seharian atau lebih dengan konten yang sarat dengan konsep-konsep tentunya menguras konsentrasi para peserta, juga fasilitator.
Ungkapan ketidak-puasan terhadap training yang dilakukan muncul dari berbagai pihak. Di satu sisi, peserta adalah orang dewasa yang menuntut cara-cara belajar yang sederhana namun sarat dengan konten yang menarik dan penting untuk nantinya dapat dengan mudah diterapkan di pekerjaan mereka. Di sisi lain, fasilitator juga dihadapkan dengan tingkat kesiapan peserta untuk menerima informasi yang akan disampaikan, disamping pemilihan metode yang sesuai dengan gaya belajar masing-masing peserta.
Situasi seperti ini juga menjadi bagian dari pengalaman saya memfasilitasi banyak pelatihan. Dan pengalaman yang sangat berharga adalah ketika mendapatkan feedback dari peserta. Salah satu feedback mereka adalah tambahan permainan (game) selama pelatihan.
Untuk merespon feedback di atas, saya membagi pelatihan dalam tiga bagian: ice-breaking, review dan summary. Isu serius tidak muncul untuk ice-breaking dan review, tetapi pada bagian review dimana bagian ini selalu muncul di tiap-tiap sub bahasan. Untuk menjawab kebutuhan ini, Frame Game dapat menjadi pertimbangan.
Deskripsi
Frame Game adalah satu permainan untuk mereview seberapa dalam peserta telah memahami informasi yang telah disampaikan di tiap pokok bahasan. Permainan ini dapat dilakukan 15 menit sebelum coffee break yang mana biasanya peserta sudah mengalami kelelahan dan rasa kantuk.
Peralatan
- Empat lembar kartu putih untuk masing-masing peserta
- Sebuah spidol untuk masing-masing peserta
- gluetex
- Flipchart untuk masing-masing kelompok
Cara Main
- Fasilitator membagikan empat lembar kartu ke masing-masing peserta. (1 menit)
- Fasilitator mengajukan pertanyaan kepada peserta "Hal/konsep/pembelajaran apa saja yang sudah didapat?" dan meminta mereka menuliskan satu jawaban berbeda pada tiap kartu. (5 menit)
- Fasilitator mengumpulkan kartu-kartu yang sudah berisi jawaban, mengacaknya dan membagikan tiga kartu ke masing-masing peserta. (1 menit)
- Peserta saat ini memiliki tiga lembar kartu (yang besar kemungkinan kartu tersebut adalah kartu peserta lain). Peserta membaca kartu tersebut dan menyusunnya berdasarkan tingkat kesukaan mereka. (1 menit)
- Peserta meletakkan kartu itu di atas meja. Jika ada kartu yang tidak mereka sukai, mereka boleh menukarkannya dengan kartu yang ada di tangan fasilitator. Kesempatan ini hanya boleh dilakukan satu kali. Dan hanya untuk satu kartu. (1 menit)
- Fasilitator mengelompokkan peserta dan meminta masing-masing kelompok untuk memilih tiga kartu yang paling mereka sukai. (2 menit)
- Pada flipchart, peserta membuat photo frame (dengan menggunakan glutex untuk menempelkan kartu) untuk menunjukkan pemilihan tiga kartu yang paling mereka sukai. (2 menit)
- Fasilitator memilih poster terbaik yang mewakili topik bahasan. (2 menit)
Semoga bermanfaat.
wow! thanks for sharing, sir!
ReplyDeleteBukan hanya perusahaan saja, di organisasi saya pun juga berupaya meningkatkan pengetahuan aktivis melalui training. saya mengalami beberapa kesulitan sebagai fasilitator, terlebih lagi tidak semua peserta pelatihan memahami apa yang sudah dibahas.
Frame game ini merupakan salah satu cara yang akan saya gunakan untuk tambahan game di training saya nanti. :D
Desvina_1200981144
Frame Game..sepertinya menarik!:p brilliant post,sir! thx
ReplyDelete