Total Pageviews

Friday, October 21, 2011

Becoming a Knowledge Worker (Day One - Part V)

Beberapa Perbedaan antara Tangible Asset dan Intangible Asset
Tangible dan Intangible adalah istilah umum dalam akunting. Keduanya merujuk pada aset. Untuk membedakan antara keduanya bisa disederhanakan seperti ini: Tangible adalah sesuatu yang secara fisik dapat dilihat sementara intangible adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat secara fisik. Misalnya, air adalah tangible. Udara adalah intangible. Baik air maupun udara adalah penting untuk kelangsungan hidup manusia. Sekarang pertanyaannya adalah manakah yang lebih penting: air atau udara?

    Seperti dalam tulisan sebelumnya, saya membagi jawaban atas pertanyaan "What helps you do your job well?" dalam empat klaster. Tiga klaster, yaitu Human Capital, Proses/Structure Capital dan Relationship Capital disebut juga intellectual capital atau intangible aset. Sementara klaster keempat adalah tangible aset. Jadi, pada dasarnya hanya ada dua kelompok besar (yaitu intangible asset dan tangible asset) sebagai jawaban atas pertanyaan tadi.

Nilai Lebih dari Intangible Asset
Meskipun intangible asset, seperti Hak Kekayaan Intelektual, tidak dapat dilihat namun jenis aset ini memiliki nilai lebih daripada tangible asset. Berikut adalah jawaban peserta seminar Becoming a Knowledge Worker atas pertanyaan di atas. Jawaban tersebut dikelompokkan dalam klaster seperti pada gambar di bawah.



Pada gambar kita bisa menghitung bahwa jumlah jawaban yang masuk dalam daftar intangible asset lebih banyak daripada yang ada dalam daftar tangible asset. Hal ini menunjukkan bahwa peserta lebih membutuhkan intangible asset atau intellectual capital untuk memudahkan mereka bekerja.

     Contoh lain adalah paten yang merupakan intangible asset. Utilisasi sebuah paten oleh perusahaan untuk produknya untuk kurun wantu tertentu membuat pesaingnya tidak dapat secara legal menjual produk yang sama tetapi mereka hanya dapat menggunakannya. Selama mereka menggunakan paten tersebut maka perusahaan pemilik paten akan terus mendapatkan keuntungan selama kurun waktu tersebut. Ini menunjukkan bahwa intangible asset lebih bernilai. 

     FranklinCovey company memiliki banyak paten untuk produk-produknya. Produk-produk mereka juga digunakan oleh banyak perusahaan konsulting di lebih dari 30 negara di seluruh dunia. Pada saat perusahaan pengguna produk FranklinCovey mendapatkan profit dari penjualan atau jasa konsultasi mereka, FranklinCovey company juga mendapatkannya. Itulah kekuatan nilai dari intangible asset. 

Harga Christian Ronaldo vs Gedung
     Satu perbedaan lainnya adalah tangible asset dapat dibeli dan dijual. Sebagai intangible asset, sebuah gedung dapat dijual atau dibeli dengan harga yang disesuaikan dengan letak gedung, usia gedung, dan lain sebagainya. Sementara intangible asset sulit untuk dijual. Meskipun dapat dijual, tentunya pihak pembeli dan pihak penjual perlu menghitung nilai dari aset tersebut. 
Misal, apakah nilai transfer dari Real Madrid ke Manchester United sebesar 93 juta euro atau 1,3 triliun rupiah untuk seorang pemain sepak bola Christian Ronaldo pada pertengahan 2009 masih sama dengan nilai transfer sekarang? Atau 'harga' tersebut kini menjadi dua kali lipat? Jelas ini tidak semudah menjual gedung tadi. Market untuk seorang Christian Ronaldo sangat ditentukan kemampuan bermain yang melekat pada dirinya yang kemudian dilihat pasar. Bukan sebaliknya, harga pasaran sebuah gedung ditentukan, kemudian dilihat kondisi riil gedung saat akan dijual. 

Nilai seorang Knowledge Worker
Berapa nilai seorang knowledge worker? Sebagai intangible asset, seorang knowledge worker juga dinilai dari sebarapa banyak komponen yang ada dalam daftar intangible asset pada gambar di atas ia miliki dan seberapa efektif ia membuat keputusan setelah memiliki komponen-komponen tersebut. 

Berapa nilai Anda?

Gambar Christian Ronaldo diambil dari http://www.google.co.id/imgres?q=cristiano+ronaldo

3 comments: